Penghitung frekuensi kata

Tempel teks apa pun dan lihat berapa kali setiap kata muncul. Penghitung frekuensi kata mengurutkan kata dari yang paling sering ke yang paling jarang, menampilkan jumlah dan kepadatan masing-masing, dan melewati kata umum seperti “yang”, “dan”, atau “di” agar kata yang bermakna tampil di depan.

  • Daftar kata berurutan
  • Kepadatan setiap kata
  • Tetap di perangkat Anda
0 kata · 0 karakter
Tetap di perangkat ini

Daftar frekuensi kata

Setiap kata dengan seberapa sering kata itu muncul, yang paling sering dulu. Kepadatan adalah bagian kata itu dari semua kata di teks Anda, termasuk kata umum.

Daftar kata Anda muncul di sini, yang paling sering dulu.

Cara menghitung frekuensi kata

Menemukan kata yang paling sering diulang dalam teks dengan penghitung ini hanya butuh beberapa detik.

  1. Tempel teksnya

    Artikel, tugas, transkrip, atau satu halaman situs Anda. Anda juga bisa membuka file .txt, .md, .csv, atau .html. Daftarnya langsung diperbarui.

  2. Pilih apa yang dihitung

    Kata umum seperti “yang”, “dan”, atau “di” dilewati secara bawaan. Matikan pilihan itu untuk melihat semuanya; sertakan angka, bedakan huruf besar dan kecil, atau tampilkan hanya kata 3, 4, 5, atau 7+ huruf.

  3. Baca, salin, atau unduh

    Kata diurutkan menurut jumlah pemakaian, dengan kepadatannya. Salin daftarnya, atau unduh CSV untuk dibuka di Excel atau Google Spreadsheet.

Contoh

Di paragraf contoh, “kopi” muncul 7 kali dalam 64 kata, dengan kepadatan 10,94%. “Biji” dan “bijinya” dihitung terpisah karena akhiran mengubah katanya.

Hitung paragraf contoh

Apa yang ditampilkan daftar frekuensi

Penghitung memberi daftar berurutan dan angka-angka yang merangkumnya.

  • #

    Daftar berurutan

    Setiap kata berbeda dengan jumlah pemakaiannya, dari yang paling sering ke yang paling jarang. Jika jumlahnya sama, kata yang muncul lebih dulu ada di atas.

  • %

    Kepadatan

    Bagian setiap kata dari total, sehingga Anda bisa membandingkan teks dengan panjang berapa pun.

  • 1×

    Dipakai sekali

    Berapa kata yang hanya muncul sekali, dan berapa yang muncul tiga kali atau lebih.

  • CSV

    Salin dan ekspor

    Salin daftar beserta jumlahnya, atau unduh tabel berisi peringkat, jumlah, dan kepadatan.

Cara menghitung frekuensi dan kepadatan

Penghitung memecah teks menjadi kata dengan cara yang sama seperti penghitung kata: deretan huruf dan angka; tanda hubung dan apostrof di dalam kata adalah bagian dari kata itu, jadi anak-anak atau Jum’at adalah satu kata.

Hal penting untuk bahasa Indonesia: setiap bentuk berimbuhan adalah kata tersendiri. Kopi, kopinya, dan ngopi menjadi tiga baris berbeda di daftar, karena penghitung tidak mengembalikan kata ke bentuk dasarnya. Dengan begitu angkanya pasti; jika Anda butuh total semua bentuk sebuah kata, jumlahkan sendiri.

Frekuensi adalah berapa kali kata itu muncul. Kepadatan adalah angka itu dibagi jumlah total kata, lalu dikali 100:

  • “kopi” yang muncul 7 kali dalam paragraf 64 kata = 7 ÷ 64 × 100 = 10,94%.
  • Kepadatan selalu memakai total yang mencakup kata umum; melewati “yang” atau “dan” di daftar tidak mengubah persentase kata lain.

Saat Bedakan huruf besar dan kecil mati, Kopi dan kopi dihitung bersama. Nyalakan untuk memisahkan nama diri dari kata biasa, misalnya Bunga sebagai nama orang dan bunga sebagai tanaman.

Kata yang paling sering dipakai dalam bahasa Indonesia

Di setiap teks bahasa Indonesia, puncak daftar frekuensi diisi kata tugas yang pendek. Sebagian besar termasuk kata umum yang dilewati alat ini secara bawaan.

Jenis kataContoh
Kata hubungdan, atau, tetapi, karena, sehingga, bahwa
Kata depandi, ke, dari, pada, untuk, dengan, dalam
Kata ganti dan penunjukini, itu, saya, kami, kita, mereka, ia
Kata penghubung relatifyang
Kata keterangan dan partikelsudah, akan, tidak, juga, lebih, pun

Kata-kata ini penting untuk tata bahasa, tetapi hampir tidak menceritakan isi teks. Karena itu alat ini menampilkan kata isi lebih dulu. Kata “yang” khususnya sangat sering muncul dalam bahasa Indonesia, karena dipakai untuk menyambung keterangan ke kata benda.

Hukum Zipf: mengapa beberapa kata melakukan sebagian besar pekerjaan

Frekuensi kata mengikuti pola yang disebut hukum Zipf: kata yang paling sering muncul kira-kira dua kali lebih sering daripada kata di peringkat kedua, tiga kali lebih sering daripada peringkat ketiga, dan seterusnya. Pola ini berlaku untuk bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan hampir semua bahasa.

Anda akan melihat kurva yang sama di daftar Anda sendiri: beberapa kata yang sangat sering di atas, lalu ekor panjang berisi kata yang dipakai sekali atau dua kali. Jika sebuah kata isi (kata benda, kata kerja, atau kata sifat) masuk ke antara kata tugas di puncak, kata itu adalah topik teks yang sebenarnya, atau kata yang Anda pakai terlalu sering.

Kegunaan penghitung frekuensi kata

Daftar frekuensi berguna saat Anda ingin tahu apa isi sebuah teks sebenarnya, atau kata mana yang Anda ulang-ulang.

SiapaApa yang dicari
Penulis, pelajar, dan mahasiswaKata pengisi yang layak diganti sebelum dikumpulkan (“sebenarnya”, “benar-benar”, “sangat”) dan kata benda yang diulang-ulang.
Penulis konten SEOApakah kata kunci muncul secara wajar, dan kata apa yang mendominasi halaman pesaing.
Guru dan pelajar bahasaDaftar kosakata yang diurutkan menurut frekuensi dari sebuah bacaan.
PenelitiKonsep kunci dari wawancara, jawaban terbuka, dan transkrip, langsung dalam bentuk tabel.
Editor dan penerjemahIstilah yang harus selalu diterjemahkan atau ditulis dengan cara yang sama di seluruh dokumen.
Penulis pidatoKata yang diulang pembicara cukup sering sampai pendengar menyadarinya.

Frekuensi kata dan keyword stuffing

Penghitung frekuensi menunjukkan berapa kali kata kunci muncul, tetapi tidak ada kepadatan yang “benar”. Kebijakan spam Google mendefinisikan keyword stuffing sebagai mengisi halaman dengan kata kunci untuk memanipulasi peringkat, misalnya mengulang kata atau frasa yang sama secara tidak wajar.

Gunakan daftarnya dengan arah sebaliknya: tulis untuk pembaca, lalu periksa apakah kata yang relevan muncul di tempat yang perlu dan tidak ada yang diulang sampai terdengar janggal. Ingat bahwa satu kata kunci bahasa Indonesia bisa punya beberapa bentuk: bagi pembaca, “kopi”, “kopinya”, dan “ngopi” adalah topik yang sama. Untuk menghitung satu atau dua kata tertentu, gunakan penghitung kemunculan kata; untuk menemukan frasa yang diulang, gunakan penghitung frasa berulang.

Pertanyaan umum tentang frekuensi kata

Apakah kata seperti “yang” dan “dan” dihitung?

Secara bawaan tidak. Kata umum seperti yang, dan, di, dan untuk dilewati agar kata yang bermakna tampil di depan. Untuk menghitung semuanya, matikan “Lewati kata umum”.

Bagaimana cara menghitung kepadatan kata?

Jumlah pemakaian dibagi jumlah total kata, lalu dikali 100. Kata yang dipakai 5 kali dalam 250 kata punya kepadatan 2%.

Apakah “Kopi” dan “kopi” kata yang sama?

Ya, kecuali Anda menyalakan “Bedakan huruf besar dan kecil”. Saat itu, bentuk dengan huruf kapital dan huruf kecil tampil terpisah.

Apakah bentuk berimbuhan digabung?

Tidak. “Kopi”, “kopinya”, dan “ngopi”, atau “makan”, “dimakan”, dan “makanan”, adalah kata yang berbeda. Dengan begitu angkanya pasti; jika ingin satu total, jumlahkan sendiri bentuk-bentuknya.

Apakah kata ulang dihitung satu kata?

Ya. Kata ulang yang ditulis dengan tanda hubung, seperti “anak-anak”, adalah satu kata dan tampil di baris tersendiri, terpisah dari “anak”.

Bisakah menghitung frekuensi kata dalam file?

Bisa. “Buka file” memuat file .txt, .md, .csv, .srt, atau .html dari perangkat Anda. Untuk PDF, salin teks dari penghitung kata PDF lalu tempel di sini.

Apakah ada batas jumlah kata?

Tidak ada batas tetap. Alat ini juga bekerja untuk buku panjang; teks yang sangat besar butuh sedikit lebih lama di ponsel yang lambat.

Apakah teks saya dikirim ke suatu tempat?

Tidak. Penghitungan dilakukan di peramban Anda dan tidak ada yang Anda tempel yang dikirim atau disimpan.

Sumber dan referensi

  1. Zipf’s law, Wikipedia
  2. Kebijakan spam untuk Google Penelusuran Web, Google Search Central